Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi pada Bayi dan Balita

Alergi susu sapi pada bayi adalah jenis alergi yang mudah ditemukan di masyarakat. Lebih lanjut bahwa penyakit alergi dalam jenis apapun adalah jenis penyakit yang sering menyerang bayi dan balita. Alergen atau zat pemicu alergi yang paling sering diduga berpengaruh pada bayi adalah yang berada pada makanan. Untuk hal inilah maka para orang tua wajib mencari ilmu untuk mengenal apakah penyakit alergi itu-tidak terbatas pada alergi susu sapi saja-beserta gejala-gejala yang menyertainya kemudian memahami bagaimana cara mengatasinya jika bayi mereka mengidap penyakit alergi susu sapi.
Menangani bayi yang alergi susu sapi
Alergi susu sapi dan kedelai

Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna yang belum bisa mencerna protein susu sapi diduga oleh para ahli sebagai faktor utama penyebab timbulnya penyakit alergi susu sapi pada bayi. Sehingga jika sistem pencernaan bayi sudah sempurna di kemudian hari pada saat berusia lebih dari 1 tahun maka susu sapi aman baginya dan boleh dikonsumsi.

Bermacam-macam kasus telah ditemukan oleh para profesional medis mengenai kapan anak yang memiliki riwayat alergi pada susu sapi sudah bisa minum susu sapi. Ada kasus yang mana gejala alergi tetap timbul walaupun anak sudah berusia 5 tahun. Anak berusia 2 tahun dan sudah aman minum susu sapi adalah yang paling sering terjadi. Faktanya bahwa setelah anak mengenal makanan padat-terlebih setelah berusia 1 tahun-maka asupan gizinya sudah semakin lengkap, seperti daging sapi, ikan dan daging ayam. Sehingga kecukupan gizi anak tidak perlu dipertanyakan lagi walaupun tidak minum susu sapi karena anak mengidap penyakit alergi.

Cara mengetahuinya

Jika ingin mengetahui apakah bayi anda mengidap alergi pada susu sapi maka perhatikan bayi anda dengan seksama setelah memberikan susu sapi padanya. Gejala-gejala yang timbul bisa berupa gatal-gatal di kulit atau diare. Hal ini bisa terjadi dalam waktu singkat setelah mengkonsumsi susu sapi atau beberapa jam setelahnya. Amati jika gejala-gejala alergi itu muncul. Kemudian, anda perlu konsultasi dengan dokter untuk dianalisa apakah hal itu sebagai alergi susu sapi atau bukan.

Tingkat resiko timbulnya alergi susu sapi pada saat bayi disapih bisa ditekan melalui pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan. Namun kalau ibu menyusui mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak alergen (zat pemicu alergi) misalnya: makanan laut, telur, susu sapi dan daging ayam maka anak pun memiliki resiko mengidap alergi. Jika bayi anda berbakat alergi maka anda wajib menghindari makanan-makanan tersebut yang mengandung alergen.

Orang tua harus waspada pada saat mulai memberi makanan tambahan berupa makanan padat pada bayi jika bayinya berbakat alergi pada susu sapi. Banyak produk makanan padat yang mengandung susu sapi, misalnya: bubur bayi instant dan biskuit bayi.

Tips Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Telah dibahas pada paragraph ke-2 di atas bahwa timbulnya penyakit alergi susu sapi pada bayi ini akibat dari belum sempurnanya sistem pencernaan bayi sehingga protein susu sapi belum bisa dicerna. Jika terlihat gejala-gejala penyakit alergi susu sapi pada bayi, silahkan ikuti cara-cara sederhana ini:
  1. Hentikan pemberian susu sapi untuk sekitar 6 bulan saja.
  2. Ganti susu sapi dengan susu kedelai selama masa 6 bulan ini.
  3. Berikan lagi susu sapi setelah lewat masa 6 bulan tersebut.
  4. Jika masih terlihat gejala-gejalanya maka ulangi lagi langkah-langkah di atas sampai tidak ada lagi gejala-gejala alergi susu sapi pada bayi.

Perlu diketahui bahwa separuh dari jumlah anak yang mengidap penyakit alergi susu sapi juga mengidap alergi susu kedelai. Sehingga orang tua tetap perlu berhati-hati saat memberikan susu kedelai sebagai ganti susu sapi. Selalu perhatikan tubuh bayi untuk mengetahui secara dini jika timbul gejala-gejala alergi susu kedelai juga.

Pemilihan susu

Jika bayi juga mengidap alergi susu kedelai maka orang tua tidak perlu panik. Ada produk susu tertentu yang terdapat proses hidrolisa protein pada proses produksinya. Proses hidrolisa ini berfungsi mengatur protein susu sapi menjadi partikel kecil yang kemampuannya memicu alergi menjadi berkurang. Kebanyakan produk-produk susu hidrolisa tidak menjelaskan proses hidrolisa protein di kemasannya ada kolom isi dan kandungan. Produk susu hidrolisa yang bisa ditemukan di pasaran adalah Pregestimil dan Pepti Junior.

Alternatif selain susu

Untuk menyiasati produk bubur bayi instant yang juga mengandung susu sapi maka membuat sendiri bubur untuk bayi anda adalah jalan keluar yang baik. Bahan pokok untuk membuat sendiri bubur bayi adalah tepung beras. Jika tidak ada tepung beras anda bisa membuatnya langsung dari beras. Kemudian bubur nasi yang sudah matang bisa disaring lagi menjadi bubur halus. Lalu anda boleh menambahkan gula dan garam secukupnya.

Semoga artikel singkat ini bisa membuat anda tenang dalam menghadapi penyakit alergi susu sapi jika bayi anda mengidapnya. Bacalah buku-buku atau majalah kesehatan terutama yang bertopik alergi untuk menjadi pegangan anda. Tapi bila anda merasa perlu maka konsultasi dengan dokter adalah solusi terbaik untuk mengatasi alergi susu sapi pada bayi.

Gejala TBC Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Ada beberapa gejala TBC pada anak yang harus diwaspadai oleh anda sebagai orang tua. Penyakit tuberculosis atau yang dikenal dengan TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit TBC ini akan menyerang paru-paru dan dapat juga menyerang semua organ tubuh. TBC masuk dalam golongan penyakit menular yang sering ditularkan oleh orang dewasa yang menderita TBC ke anak-anak, namun pada kasus penularan ini jarang ditemukan penularan TBC melalui anak-anak ke anak-anak. Penularan penyakit TBC dapat ditularkan melalui percikan dahak pasien TBC orang dewasa.
Gejala TBC pada anak
Waspadai gejala TBC
Penyakit tuberculosis ini termasuk penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani dengan baik. Penyembuhan penyakit ini dibutuhkan perawatan yang cukup ekstra, dan pengobatan yang tidak boleh putus selama kurang lebih 6 bulan. Diagnosa yang terlambat dan ketidakpatuhan penderita TBC, dapat mengakibatkan penularan penyakit pada lingkungan, sehingga akan menimbulkan semakin banyak penderita.

Untuk pencegahan timbulnya TBC pada anak, diperlukan vaksinasi BCG, memberikan asupan gizi yang seimbang, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal anak agar tidak lembab dan terpapar sinar matahari secara langsung. Aan apabila anak tinggal satu lingkungan dengan penderita TBC, dianjurkan untuk memakai masker bagi penderita TBC dan si anak agar terhindar dari penularan.
Untuk mengetahui diagnosa penyakit tuberculosis pada anak, dapat dilihat dari gejala TBC pada anak secara klinis, pemeriksaan bakteriologi, pemeriksaan fisik, dan radiologi. Gejala TBC pada anak biasanya tidak tampak seperti gejala khas TBC, dan jarang ditemukan gejala batuk berdahak seperti yang diderita oleh orang dewasa. Terkadang diagnosa salah karena gejala yang dialami oleh anak terkadang juga merupakan gejala dari penyakit lain. Dan berikut ini gejala TBC pada anak :

  1. Anak tinggal satu rumah dengan penderita TB dengan sputum BTA (+), biasanya gejala TBC pada anak tidak begitu tampak jelas. Sehingga jika si anak kontak langsung dengan penderita TBC dianjurkan untuk segera memberikan pemeriksaan.
  2. Pada saat penyuntikan BCG dalam waktu 3 hingga 7 hari, terdapat reaksi kemerahan secara cepat.
  3. Berat badan si anak akan turun atau malnutrisi tanpa sebab yang jelas, atau mengalami tidak naiknya berat badan selama 1 bulan dengan penanganan gizi.
  4. Anoreksia atau tidak memiliki nafsu makan dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik.
  5. Gejala TBC pada anak berikutnya Anak akan demam lama atau berulang tanpa sebab yang jelas, dan diseratai dengan keringat pada saat malam hari.
  6. Pembesaran pada kelenjar limfe superfisialis yang tidak menimbulkan rasa sakit, paling sering timbul didaerah leher.
  7. Menderita batuk selama 3 minggu secara terus menerus.
  8. Merasakan nyeri di dada.
  9. Anak akan mengalami diare yang tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan diare.
  10. Sering mengalami muntah-muntah dan turunnya kesadaran.


Apabila anak tampak terlihat gejala TBC pada anak di atas, maka segeralah untuk diperiksa untuk diberikan penanganan secara cepat dan tepat.

Menu Resep Makanan Sehat Untuk Bayi Umur 10 Bulan

Menu makanan bayi 10 bulan. Bayi yang masuk pada usia 10 bulan merupakan masa perkembangan yang aktif, karena pada usia 10 bulan bayi akan sering melakukan gerak tubuh, sehingga peranan anggota tubuhnya semakin dinamis. Bahkan pada usia ini bayi akan mulai mencoba untuk merangkak, berdiri dengan bantuan benda yang ada disekitarnya, dan juga mulai belajar untuk melangkah. Dengan adanya aktivitas yang semakin banyak, membuat bayi membutuhkan asupan energy yang cukup banyak untuk dapat menyesuaikannya.
Makanan untuk bayi umur 10 bulan

Di usia 10 bulan bayi sudah mulai dapat menguyah makanan dan menelan makanan dengan baik. Latihlah bayi untuk mulai makan sendiri dengan jenis makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu, perlu pemberian protein seperti hewani. Hindarilah makanan untuk bayi yang mengandung bahan kimia, karena akan menyebabkan gangguan kesehatan. Berikut ini menu makanan bayi 10 bulan yang baik untuk dikonsumsi :
Menu Makanan Bayi 10 Bulan Yang Pertama :

Menu Kentang Dengan Brokoli

Bahan yang harus disiapkan :
  • 40gram daging ayam kampung yang sudah dibersihkan
  • 100gram wortel yang dikupas dan dipotong kecil
  • 200gram kentang yang sudah dikupas dan dibersihkan
  • 120ml air bersih
  • 25gram brokoli yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong

Cara pembuatan :

1. Masukan daging ayam, wortel dan kentang ke dalam panci lalu tambahan air, masak hingga matang dan air mendidih
2. Masukan brokoli kira-kira sekitar 10 menit atau hingga brokoli menjadi lunak
3. Hidangkan segera selagi hangat

Kentang adalah sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh bayi dan brokoli mengandung vitamin C sebagai antioksidan sehingga menu tim kentang dengan brokoli ini memilki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Menu Makanan Bayi 10 Bulan Yang Kedua :

Cemilan Sehat untuk bayi

Pada bayi umur 10 bulan sudah boleh diberikan camilan, namun camilan tersebut harus mudah dicerna dan sehat.
Bahan yang dibutuhkan :
  • 1 bungkus agar tanpa rasa
  • 1 gelas jus mangga
  • Setengah gelas perasan jeruk mandarin
  • 2 gelas air putih
  • Setengah sendok makan gula putih

Cara pembuatan :

1. Campurkan 2 gelas air putih, 1 bungkus agar tanpa rasa, dan setengah sendok makan gula putih, aduk hingga rata kemudian masak hingga mendidih.
2. Kemudian tambahkan 1 gelas jus mangga dengan setengah gelas perasan jeruk mandarin, aduk hingga tercampur merata.
3. Kemudian setelah itu masukkan dalam cetakan sesuai dengan selera.

Jus mangga dapat membantu dalam perkembangan pertumbuhan bayi dan memberikan energy yang dibutuhkan. Selain itu, vitamin C yang terkandung pada camilan agar sari buah tersebut dapat membantu menjaga daya tahan tubuh bayi.

Buatlah variasi menu makanan bayi 10 bulan yang sehat dan mudah dicerna oleh system pencernaan bayi. Namun walaupun bayi usia 10 bulan sudah diberikan makanan tambahan, namun dianjurkan bayi untuk tetap mengkonsumi ASI hingga usia 2 tahun. Semoga bermanfaat.

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 5 Bulan

Usia kehamilan 5 bulan dianggap oleh sebagian besar wanita hamil adalah masa dimana badan sudah terbiasa dengan adanya jabang bayi dalam perut. Dalam usia kehamilan 5 bulan ini ibu hamil sudah bisa menikmati dan merasakan pergerakan dari janin yang dikandung. Pada usia kehamilan 5 bulan ini sang calon bayi sudah mengalami pertumbuhan yang signifikan, beberapa indera yang dimiliki sang calon bayi sudah dapat berfungsi dan akan lebih sensitive terhadap lingkungan sekitar.
Perkembangan janin Usia Kehamilan 5 Bulan
Janin 5 bulan

Pada saat usia kehamilan 5 bulan, beberapa indera calon bayi akan mulai berfungsi. Dan calon bayi akan lebih merespon terhadap lingkungan sekitar seperti suara. Mata calon bayi pada usia kehamilan 5 bulan sudah mulai berkembang. Pada usia kehamilan 5 bulan ini calon bayi akan mengeluarkan kelenjar minyaknya untuk melindungi kulit dan menjaga temperature. Perlindungan ini disebut venix caseoda, pada usia kehamilan 5 bulan ini janin dalam kandungan mempunyai sistem untuk melinduginya dari sakit dan juga infeksi. Saat usia kehamilan 5 bulan, ginjal pada calon bayi di dalam kandungan ibu sudah dapat menghasilkan urine.

Minggu ke-21 atau usia kehamilan 5 bulan pada umumnya calon bayi memiliki berat 0,33 kilogram dan panjang 21,5 cm. Saat usia kehamilan 5 bulan, janin anda telah siap menjadi bayi yang siap untuk dilahirkan.

Beberapa perkembangan janin saat usia kehamilan 5 bulan :


  1. Kelopak mata bayi sudah selesai terbentuk.
  2. Untuk bayi wanita, vagina bayi telah terbentuk hingga masa kelahiran.
  3. Pergerakan bayi semakin terasa.
  4. Berat atau bobot bayi akan lebih berat dari plasenta.
  5. Meskipun paru-paru bayi belum berfungsi dengan baik, akan tetapi pada usia kehamilan 5 bulan ini bayi sudah memperoleh oksigen dari ibu.
  6. Bulu-bulu halus pada bayi yang disebut lanugo yang menyelimuti tubuh bayi, akan menghilang sebelum bayi lahir.
  7. Kulitnya akan tetap keriput, ini dikarenakan bayi belum memiliki berat yang cukup.
  8. Pendengaran bayi akan makin sempurna.
  9. Otaknya berkembang dengan cepat


Sebagai ibu yang tengah mengandung dan penasaran apa yang telah terjadi pada kandungan. Selain itu, biasanya berat badan ibu akan bertambah 5-7 kilogram pada bulan tersebut. Pada usia kehamilan 5 bulan ini banyak ibu yang mengandung merasa lebih nyaman, karena rasa mual dan muntah tidak terjadi lagi. Bukan hanya itu saja, beberapa perubahan tubuh ibu hamil akan sangat terlihat, mulai dari berat badan, kaki yang membengkak dan beberapa stretch mark pada perut, payudara dan paha.

Itulah informasi tentang tumbuh kembang janin di usia kehamilan 5 bulan. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan menjadi bahan referensi untuk anda, agar bisa memantau tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungan. Dengan begitu, bayi anda akan selalu sehat dan terjaga.

Khasiat dan Manfaat Buah Kurma Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Manfaat dari buah kurma memang sudah tidak bisa diragukan lagi apalagi buah kurma memiliki rasa yang manis dan disukai banyak orang dibelahan dunia. Siapa yang tidak kenal dengan buah yang satu ini, sebab hampir diseluruh penjuru dunia mengenal buah yang khas dari negeri Arab tersebut. Namun apakah Anda juga tahu khasiat buah kurma bagi ibu hamil dan menyusui? Pastinya Anda belum tahu kan? Buah kurma yang dikenal mampu mengobati berbagai macam penyakit ternyata juga bermanfaat bagi ibu-ibu hamil, kandungan yang ada di dalam buah kurma itu sedirilah yang baik dikonsumsi khususnya untuk ibu hamil karena nutrisi yang ada pada buah kurma berperan penting untuk menjaga kesehatan ibu, janin, dan bayinya setelah lahir.
manfaat kurma, buah kurma, kurma ibu hamil, kurma menyusui
Buah kurma

Khasiat Buah Kurma

Di bawah ini ada beberapa khasiat buah kurma bagi ibu hamil dan menyusui antara lain sebagai berikut :
  1. Manfaat buah kurma bagi ibu hamil pasca persalinan : Kandungan dari 1 butir buah kurma mampu mengembalikan tenaga Anda pasca melakukan persalinan secara cepat. Sebab dalam buah kurma terdapat kandungan protein, serat, dan glukosa yang baik dikonsumsi Anda saat selesai melakukan persalinan.
  2. Manfaat buah kurma untuk melancarkan buang air besar : Untuk menghindari pengejanan pada saat buang air besar setelah melakukan proses persalinan dengan cara yang normal, Anda disarankan untuk mengkonsumsi buah kurma sebanyak-banyaknya, sebab di dalam buah kurma terdapat kandungan yang mampu mempermudah Anda saat buang air besar.
  3. Menfaat buah kurma untuk memperlancar produksi ASI : Kandungan zat besi dan kandungan kalsium yang terdapa pada buah kurma berguna dalam proses pembuatan ASI yang baik bagi bayi Anda. sebab dengan mengkonsumsi buah kurma setiap hari akan menghasilkan ASI yang berkualitas yang mengandung banyak sekali nutrisi dan vitamin.
  4. Manfaat buah kurma untuk mengecilkan rahim : Hormon potuchsin yang ada di dalam buah kurma berguna untuk mengecilkan pembuluh darah yang ada di dalam rahim Anda sehingga mampu mengecilkan rahim Anda setelah melakukan proses persalinan dan juga berguna untuk mencegah terjadinya pendarahan pada rahim Anda.
Demikianlah dari tulisan saya yang berjudul khasiat dan manfaat buah kurma bagi ibu hamil dan menyusui selain mengkonsumsi buah kurma secara langsung Anda juga bisa menggunakan sari kurma untuk dikonsumsi. Selamat mencoba dan terima kasih. Baca juga artikel selanjutnya tentang Cara Membersihkan Wajah Secara Alami memanfaatkan buah-buahan disekitar kita.

Penyebab Bintik Merah Pada Kulit Bayi

Bayi memiliki kulit yang sangat sensitive, sehingga sering sekali terjadi masalah salah satunya adalah bintik merah pada kulit bayi. Sebagai orang tua, terutama orang tua yang baru pertama kali mengurus bayi, tentu akan panik ketika bayi mereka tiba tiba mengalami bintik merah pada kulit. Bintik merah pada bayi di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor dari dalam tubuh, misalnya di akibatkan oleh faktor keturunan sedangkan lainnya di akibatkan oleh faktor luar tubuh misalnya cuaca, gigitan nyamuk, debu dan lain sebagainya. Bintik bintik merah pada kulit bayi, akan membuat bayi merasa tidak nyaman karena menimbulkan rasa gatal, bahkan pedih dan panas.
Bintik merah pada bayi
Bintik merah pada bayi


Penyebab serta cara mengatasi bintik merah pada bayi :

1. Bakat alergi atau faktor keturunan

Ketika kedua orang tua memiliki alergi, maka kemungkinan bayi mengalami alergi yaitu sebesar 40 – 60 %, sedangkan apabila salah satu mengalami alergi, maka bayi beresiko hanya 25 – 40% terkena alergi. Cara yang tepat untuk mengatasinya yaitu dengan menjauhkan bayi dari hal hal yang dapat menyebabkan alergi, mulai dari makanan, cuaca, atau hal hal lain yang menyebabkan alergi pada anak.

2. Faktor makanan

Salah satu makanan yang paling sering menyebabkan alergi yaitu protein susu sapi. Ketika mengkonsumsi susu formula anak, kekebalan tubuh menyadari bahwa zat tersebut berbahaya dan mencoba untuk melawan. Akhirnya menyebabkan reaksi berupa bintik merah, namun tidak hanya itu anak yang mengalami alergi susu sapi biasanya juga mengalami muntah dan diare. Untuk mengatasi bintik merah pada kulit bayi ini, sebaiknya anda mengingat makanan atau susu yang di berikan kepada bayi dan segera konsultasi dengan dokter. Perlu di ketahui, seiring bertumbuhnya usia, alergi ini akan semakin berkurang karena kekebalan tubuh semakin meningkat.

3. Biang keringat

Penyebab biang keringat yaitu karena pori pori bayi belum bisa mengatur suhu tubuh secara maksimal, sehingga pengeluaran keringat tidak lancar dan menyebabkan bintik merah. Cara mengatasinya yaitu dengan tidak memakaikan pakaian berlapis lapis, menggunakan lotion, sirkulasi kamar anak harus baik dan selalu mencuci pakaian bayi bersih dari deterjen.

Itulah beberapa penyebab serta cara mengatasi bintik merah pada kulit bayi yang perlu anda pahami ketika bayi anda mengalami bintik merah di kulitnya.

Daftar Sayuran Untuk Bayi Yang Menyehatkan

Sayuran sehat untuk bayi. Sayuran merupakan bahan pangan yang tersebar di seluruh nusantara, dan menjadi menu makan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Nama sayuran merupakan sebutan bagi bahan pangan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung kadar air yang tinggi. Sayuran sering dikonsumsi saat masih segar atau setelah diolah menjadi masakan. Setiap sayuran memiliki kandungan nutrisi yang berbeda, dan pada umumnya sayuran mengandung protein, vitamin, zat antioksidan, dan masih banyak kandungan lainnya.
sayuran yang bagus untuk bayi
Sayuran untuk bayi dan balita
Kandungan nutrisi yang banyak dan bermanfaat, menjadikan sayuran sebagai salah satu menu makanan yang wajib disajikan untuk bayi. Bayi membutuhkan banyak sekali nutrisi untuk membantu tumbuh kembang dan menurunkan resiko penyakit.

Manfaat sayuran untuk bayi adalah sebagai berikut


  • Kandungan vitamin dan mineral pada sayuran dapat meningkatkan pertumbuhan sela dan membangun jaringan tubuh.
  • Memiliki zat-zat yang dapat mencegah dan melindungi tubuh dari serangan penyakit.
  • Dengan mengkonsumsi sayuran, maka bayi akan terhindar dari dehidrasi karena di dalam sayuran terkandung banyak cairan.
  • Dapat membantu mencegah terjadinya obesitas atau kelebihan berat badan, karena sayuran memiliki zat yang rendah kalori dan rendah lemak.
  • Membantu metabolisme dan mencegah sembelit, karena sayuran memiliki kandungan serat yang tinggi.

Daftar sayuran sehat untuk bayi :

1. Seledri

Orang dewasa memanfaatkan daun seledri sebagai penambah cita rasa makanan, seperti pembuatan sup. Sayuran sehat untuk bayi ini juga dapat dicampurkan ke dalam bubur bayi atau nasi tim bayi. Seledri memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang bayi, dan juga dapat membantu pertumbuhan tulang secara normal.

2. Bayam

Sayur bayam sering sekali dijadikan sebagai menu sehat untuk bayi. Bayam dipercaya dapat membantu perkembangan otak bayi, karena bayam kaya akan vitamin (vitamin A, B, dan C), mangan, asam folat, fosfor, kalsium, mineral, dan zat besi. Manfaat lain dari sayuran sehat untuk bayi ini adalah dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi, mengurangi resiko sembelit pada bayi, dan menjaga kesehatan mata.

3. Labu siam

Labu siam dapat dijadikan sebagai bubur atau jus yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Labu siam kaya akan fosfor dan juga kalsium yang sangat baik untuk pertumbuhan gigi dan tulang bayi. Anda bisa memberikan sayuran sehat untuk bayi ini setiap hari dengan berbagai varian menu.

4. Wortel

Sayuran wortel sering sekali dijadikan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan makanan bayi, karena sayuran sehat untuk bayi ini mengandung vitamin A yang cukup tinggi dan dapat dicerna dengan baik oleh tubuh bayi. Wortel dapat membantu tumbuh kembang bayi dan menjaga kesehatan (menurunkan resiko alergi pada bayi).

5. Brokoli

Sayuran sehat untuk bayi yang hidup didaerah dingin ini, mengandung zat yang kaya akan kalsium dan asam folat. Selain itu kandungan sulforatan pada brokoli menjadi zat antioksidan yang paling ampuh. Kandungan serat pada brokoli dapat melancarkan si buah hati dalam buah air besar.
Semoga bermanfaat.

Ingin Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anak? Berikan Makanan Ini

Makanan untuk meningkatkan daya ingat anak

Pada penjelasan singkat kali ini kita akan membahas bahwa jenis-jenis asupan makanan tertentu sangat berperan untuk meningkatkan kemampuan berpikir seorang anak. Anda perlu memahami jenis-jenis makanan apa saja yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir seorang anak. Simak paparan berikut ini:
makanan sehat, makanan anak
Makanan sehat

Keju

Keju yang merupakan makanan hasil dari pengolahan susu dikenal kaya zat gizi penting seperti kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan tulang serta mengandung protein yang merupakan zat pembangun sel baru untuk menggantikan sel yang sudah mati. Hal ini juga terjadi pada pembentukan sel otak yang baru. Selain itu keju juga mampu menetralkan jenis asam yang merusak gigi.

Telur

Zat besi berperan penting untuk fungsi otak. Mineral ini banyak ditemukan pada lecithin yang dikenal sebagai asupan bagi otak. Tubuh kita bisa mendapatkan asupan lecithin jika kita mengkonsumsi telur. Produk hasil dari unggas ini juga banyak mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, vitamin D yang baik untuk kesehatan gigi serta tulang, vitamin B12, vitamin E, mineral zinc serta protein.

Sereal

Anak kita sangat perlu untuk melakukan sarapan. Salah satu menu sarapan yang sangat baik untuk kesehatan anak adalah sereal. Kandungan gizi yang penting di dalam sereal adalah serat, mineral dan juga berbagai vitamin. Di pasaran terdapat produk sereal yang dijual dengan kandungan zat gizi yang rendah namun tinggi zat gula. Tentunya kita harus berhati-hati dalam memilihnya.

Buah Pisang

Untuk mendukung aktivitas sepanjang hari termasuk konsentrasi dalam belajar maka anak-anak perlu mengkonsumsi makanan yang kaya karbohidrat sebagai sumber energi. Dalam satu hari konsumsi sebuah pisang sudah cukup dalam rangka asupan tambahan untuk sumber energi selain sumber energi utama yaitu nasi.

Buah Kiwi

Kandungan vitamin C pada buah kiwi sangat tinggi yang mana buah ini mampu memenuhi kebutuhan orang dewasa terhadap vitamin C untuk sehari penuh. Kandungan vitamin C pada satu buah kiwi adalah setara dengan kandungan vitamin C pada dua buah jeruk. Selain baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin C juga berperan pada proses penyerapan zat besi dari makanan. Untuk memenuhi kebutuhan harian terhadap vitamin C maka anak-anak sangat membutuhkan makanan yang kaya akan vitamin C setiap harinya karena tubuh manusia tidak mampu menyimpan vitamin C.
buah kiwi, vitamin c buah kiwi
Buah kiwi

Buah-Buahan Kering

Zat besi serta sumber energi diketahui terdapat pada buah-buahan kering. Mungkin belum banyak orang tua yang mengetahui hal baik ini. Mulailah mengenalkan cemilan buah-buahan kering pada anak-anak anda karena pasti lebih sehat daripada makanan ringan atau snack yang banyak mengandung penguat rasa atau monosodium glutamat (MSG).

Minyak ikan

Sebagian besar sel-sel otak terdiri asam lemak sehingga asam lemak sangat penting tugasnya untuk menjaga fungsi-fungsi otak. Namun tubuh manusia tidak bisa membuat beberapa jenis asam lemak sehingga kita harus mengkonsumsi makanan yang kaya kandungan asam lemaknya seperti minyak ikan. Dengan mengkonsumsi minyak ikan artinya kita berusaha memenuhi kebutuhan tubuh kita terhadap asam lemak.

Penyebab, Gejala, Tanda-tanda Hamil Anggur beserta Faktor Resikonya

Hamil anggur (mola hidatidosa) adalah keadaan di mana rahim yang ditumbuhi tumor jinak, ini dikarenakan adanya sekumpulan kista yang disebabkan sel-sel abnormal. Sel –sel abnormal ini terjadi karena sel telur yang telah dibuahi dalam plasenta tidak berkembang secara normal. Hamil angur ini sendiri memiliki 2 jenis, yaitu hamil anggur complete mole dan hamil anggur partial mole. Secara umum hamil anggur memiliki gejala yang sama dengan kehamilan normal, sehingga hal ini sulit di bedakan dengan kehamilan biasa. Oleh karena itu sebaiknya anda selalu waspada dan alangkah baiknya mengetahui penyebab dan gejala hamil anggur.
penyebab dan gejala hamil anggur
Hamil Anggur

Penyebab hamil anggur

  1. Untuk kaum wanita sendiri hamil anggur bisa disebabkan karena seringnya mengalami keguguran.
  2. Pola makan yang tidak sehat seperti kurangnya asupan yang mengandung Vitamin A, asam folat dan karoten.
  3. Pengaruh gizi buruk yang dialami pasangan seperti perokok dan peminum.
  4. Pengaruh penyakit dalam tubuh.
  5. Pola hidup yang tidak sehat.
  6. Terjadi infeksi yang menimbulkan virus yang mendukung terjadinya hamil anggur.
  7. Terlambat dikeluarkannya ovum yang sudah patologis dan mati.
  8. Faktor kromosom yang tidak jelas/yang memiliki zat negatif.
  9. Sperma yang di hasilkan oleh pasang tidak sehat, atau kwalitas sperma yang di hasilkan buruk. Sehingga pembuahan tidak sempurna dan menghasilkan sel abnormal.

Gejala dan tanda-tanda hamil anggur

  1. Gejala awal yang dialami adalah gejala di mana seperti keadaan kehamilan biasa, hal ini sangat sulit untuk dibedakan dan tentu saja tidak mengundang kecurigaan mengenai gejala hamil anggur.
  2. Rahim akan membesar dengan cepat, hal ini disebabkan karena hamil anggur berkembang lebih cepat dari hamil biasa. Dan kandungan akan nampak lebih besar dari usia kandungan yang seharusnya.
  3. Pendarahan dari bagian organ intim wanita di tiga bualan pertama.
  4. Ketika pendarahan, akan keluar jaringan menyerupai buah anggur dan mengeluarkan cairan dari vagina.
  5. Sering merasakan mual dan ingin muntah.
  6. Hipertensi atau meningkatnya tekanan darah dalam tubuh, dan kadar tiroid pada darah pun ikut meningkat.
  7. Pada vagina akan ada sel abnormal, yaitu kista ovarium.
  8. Muka akan terlihat pucat dan kekuning-kuningan, atau yang biasa di sebut juga moleface.
  9. Dalam kandungan tidak akan ada pergerakan-pergerakan bayi, dan tidak akan ada jantung janin bayi yang berdetak.

Berikut ini merupakan orang yang beresiko mengalami hamil anggur :

  1. Wanita yang hamil pada usia muda yaitu usia di bawah 20 tahun.
  2. Wanita yang sudah memasuki umur kepala tiga atau melebihi umur 34 tahun.
  3. Wanita yang sudah memiliki anak lebih dari 3.
  4. Wanita yang sudah mengalami hamil anggur pada waktu sebelumnya, oleh karena itu di sarankan untuk tidak hamil lagi atau hamil setelah benar-benar sembuh dan sesuai dengan rujukan dokter.

Semoga info kesehatan tentang penyebab, gejala hamil anggur dan faktor resikonya di atas bisa bermanfaat.

Faktor Penyebab Keputihan Pada Saat Hamil

Penyebab keputihan saat hamil. Menstruasi menjadi hal biasa bagi wanita subur setiap bulannya. Selain menstruasi, keputihan pada wanita juga terjadi silih berganti dengan menstruasi. Keputihan menjadi hal wajar bagi wanita, akan tetapi ada beberapa keputihan yang harus diwaspadai oleh para wanita. Seperti keputihan berbau, cairannya lengket, berwarna kuning kehijauan terkadang bercampur darah, menimbulkan rasa gatal pada organ kewanitaan dan nyeri dan panas saat anda buang air kecil. Saat keputihan tersebut terjadi, maka anda harus segera memeriksakannya ke dokter. Apalagi jika keputihan tersebut terjadi saat hamil.
faktor penyebab keputihan saat hamil
Keputihan saat hamil

Hormon Penyebab keputihan

Ibu hamil mengeluarkan berbagai hormon dalam tubuh, dan beberapa perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu hamil harus selalu diperhatikan, karena perubahan pada ibu hamil ada yang bersifat baik dan buruk. Biasanya akibat perubahan hormon pada ibu hamil, akan ada banyak cairan yang keluar dari vagina, yaitu keputihan. Keputihan saat hamil yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan janin, ini arena ada banyak jenis keputihan yang berbeda-beda.
Untuk itu, bagi anda wanita yang sedang hamil, akan sangat penting untuk mengetahui apa saja penyebab keputihan saat hamil. Keputihan saat hamil disebut normal jika cairan yang keluar dari bagian organ intim wanita berwarna bening, tidak berbau dan tidak menyebabkan rasa nyeri. Kurang terjaganya organ intim pada ibu hamil dapat menjadi penyebab keputihan saat hamil yang berbau, warnanya kekuning-kuningan, terasa gatal, nyeri dan terkadang organ intim akan berwarna merah. Dengan ciri-ciri seperti itu, ibu hamil harus berhati-hati.

Menjaga kebersihan

Menjaga kebersihan organ intim tidak hanya dilakukan oleh ibu hamil, akan tetapi dilakukan oleh semua orang. Adanya infeksi kuman penyakit atau adanya gangguan kehamilan, jamur dan parasit juga menjadi penyebab keputihan saat kehamilan. Selain itu, ada juga bakteri jenis bakteriosis vaginalis, bakteri ini akan menimbulkan cairan vagina abu-abu, berbau, nyeri pada vagina. Ada pula yang mengakibatkan kutil pada organ intim wanita, yaitu human pailoma.
Jika ibu hamil mengalami keputihan seperti yang dipaparkan di atas, sebaiknya ibu hamil segera periksakan kepada dokter. Agar masalah tersebut bisa segera diatasi dan ditangani dengan bena. Biasanya dokter akan memberikan solusi dan obat untuk menangani keputihan saat hamil tersebut. Ibu hamil sangat rentan terhadap obat-obatan yang tidak jarang mengakibatkan keracunan, jadi ibu hamil hendaklah mengkonsumsi obat sesuai dengan resep dokter.

Mencegah keputihan saat hamil

Kondisi badan ibu hamil yang sering naik turun membuat ibu hamil harus sering mengecek keadaan kandungan dan kesehatan pada dokter, agar segala sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi. Untuk mencegah keputihan saat hamil terjadi, anda harus dengan rajin membersihkan organ intim.
Itulah beberapa penyebab keputihan saat hamil yang harus anda hindari. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang apa saja yang menyebabkan keputihan saat hamil. Sehingga anda bisa sejak dini mencegahnya.

Kenali Penyebab Utama Diare Pada Bayi dan Balita

Diare merupakan suatu penyakit yang menimbulkan fases atau tinja berubah menjadi lembek atau cair, yang dapat sering terjadi dalam waktu 24 jam. Penyakit diare dapat menyerang siapa saja, dari orang dewasa bahkan pada bayi. Diare yang sering terjadi pada bayi memiliki resiko kematian lebih tinggi daripada pada orang dewasa, karena orang dewasa lebih dapat mudah mengeluhkan rasa apa yang dirasakan daripada pada bayi, yang hanya bisa menangis. Angka kematian bayi di Indonesia karena diare sangat tinggi, yang disebabkan karena dehidrasi. Oleh karena itu, anda sebagai orang tua harus mengetahui apa saja yang menjadi penyebab diare pada bayi.
Penyebab utama diare pada bayi
Diare pada bayi

Sistem pencernaan pada bayi

Bayi sering mengalami diare, karena sistem pencernaan pada bayi belum sempurna. Pada bayi yang baru saja lahir sering sekali membuang fases atau tinja bahkan hampir terjadi setiap setelah menyusui. Berikut ini beberapa penyebab diare pada bayi :

1. Infeksi

Penyebab diare pada bayi yang pertama yaitu karena infeksi bakteri atau virus dan mungkin saja dari antibiotic, parasit, atau sesuatu yang dimakan oleh bayi.

  • Jenis bakteri yang sering menjadi penyebab diare pada bayi diantaranya adalah shigella, salmonella, atau E.coli. Pada bayi yang menderita diare karena bakteri ini selain mengalami diare juga mengalami demam tinggi.
  • Jenis virus yang menjadi penyebab diare pada bayi diantaranya adalah calicivirus, rotovirus, dan influenza yang sering disertai dengan terjadinya muntah dan demam.
  • Infeksi parasit yang menjadi penyebab diare pada bayi yaitu berupa giardiasis yang disebabkan oleh parasite mikroskopis, yang hidup dalam usus. Pada jenis infeksi ini mudah menyebar ke bayi lainnya.
  • Terjadinya infeksi pada telinga bayi yang disebabkan oleh bakteri atau virus juga dapat menjadi penyebab diare pada bayi.
  • Bayi yang mengkonsumsi antibiotik kemungkinan akan menderita diare, karena terkadang antibiotik dapat membunuh bakteri yang baik di dalam usus.

2. Mengkonsumsi gula berlebih

Terlalu banyak mengkonsumsi minuman jus buah pada bayi dapat juga menjadi salah satu penyebab diare pada bayi. Ini karena jus buah mengandung kadar sorbitol dan tinggi fruktosa, yang dapat mengganggu perut bayi sehingga menyebabkan sakit perut.

3. Alergi makanan

Alergi makanan juga bisa menjadi penyebab diare pada bayi. System kekebalan tubuh bayi yang merespon protein makanan dapat berbahaya jika menyebabkan reaksi ringan, seperti diare. Karena kekebalan tubuh bayi belum sempurna dalam mencerna zat-zat yang ada pada makanan.

4. Keracunan

Diare pada bayi bisa saja terjadi karena keracunan. Usia bayi adalah masa dimana dia suka memasukkan apa saja ke dalam mulut. Terkadang barang yang bayi makan terdapat racun yang menjadi penyebab diare pada bayi.

5. Alergi susu formula

Alergi terhadap susu formula juga dapat menjadi penyebab diare pada bayi. Bagi ibu muda yang sibuk sering, memberikan susu formula sebagai ganti dari ASI. Jika bayi tidak dapat memproduksi enzyme lactose dalam jumlah yang cukup, maka bayi tidak dapat mentoleransi makanan yang mengandung laktosa yang akan mengakibatkan diare.

Demikian lima penyebab utama diare yang dialami pada bayi, jaga kesehatan bayi anda agar anak anda tumbuh dan berkembang dengan sehat, semoga bermanfaat.

Cara Aman Mengatasi Obesitas Pada Anak-anak

Obesitas pada anak adalah salah satu jenis penyakit berbahaya dan bisa menyebabkan kematian dini pada buah hati yang anda sayang. Ya, sudah banyak anak yang harus kehilangan nyawa karena penyakit obesitas, dan penderita penyakit tersebut semakin hari semakin banyak tak terkecuali anak-anak. Jangan sampai anak anda mengalami penyakit mematikan tersebut, maka dari itu anda harus mulai mencari cara untuk mencegah atau mengatasi obesitas pada anak. Apa saja langkahnya? Anda tidak perlu mencari infonya ke sana kemari, karena kami telah menyediakan ulasannya secara lengkap. Ulasan yang kami bahas terfokus pada pembahasan mengenai cara mengatasi obesitas pada anak dan permasalahannya. Selengkapnya di bawah ini.
cara mengatasi obesitas pada anak
Obesitas pada anak, gambar dari www.foodfactsindex.com

Memilih Makanan Sehat

Untuk menghindari obesitas pada anak, anda harus memberi makanan yang sehat pada anak anda. Ya, obesitas biasanya diawali dengan pola makan yang tidak sehat dan cenderung sembarangan. Maka dari itu anda harus membiasakan anak anda untuk mengonsumsi jenis makanan sehat seperti daging rendah lemak, susu rendah lemak, sayuran, dan buah-buahan. Adapun beberapa jenis makanan yang harus dihindari diantaranya snack, junk food, mie instan, dan jenis makanan lain yang mengandung lemak tinggi.
Daging rendah lemak
Daging rendah lemak, sumber gambar www.wisegeek.com

Sarapan Pagi

Meski tampak sepele, namun faktanya sarapan pagi sangatlah penting untuk kesehatan secara menyeluruh, dan akan berperan pula pada masalah obesitas. Ya, dengan memberi sarapan pagi secara rutin, anda bisa mengontrol asupan gizi sang buah hati sehingga akan terhindar dari masalah obesitas.
Menu sehat sarapan pagi
Menu sarapan pagi sumber gambar www.newportcreamery.com

Ganti Kebiasaan Memasak

Jika biasanya anda memasak dengan cara digoreng, maka sebaiknya segeralah beralih pada cara dikukus atau direbus. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memakan makanan hasil direbus atau dikukus akan memiliki potensi lebih rendah terkena obesitas. Namun anda harus tetap memperhatikan cita rasa makanan supaya anak anda tidak merasa bosan terhadap makanan tersebut.
memasak dengan cara direbus
Rebusan telur, sumber gambar www.express.co.uk

Hindari Kebiasaan Makan Sebelum Tidur

Jika anak anda terbiasa makan sesaat sebelum tidur, sebaiknya segeralah hentikan kebiasaan tersebut karena akan berpotensi menimbulkan obesitas. Sebaliknya, berilah mereka konsumsi buah dan susu sebagai penahan lapar.

Atur Waktu Bermain Game

Anak-anak biasanya sangat suka menghabiskan waktu untuk bermain game. Hal tersebut tentu saja tidak bisa dihindari, dan anda tidak bisa melarangnya karena akan berdampak buruk pada psikologis si anak. Namun yang perlu anda lakukan adalah membatasi atau mengontrol waktu bermain game anak anda supaya tidak terlalu keasyikan dan lupa waktu. Terlalu lama bermain game akan membuat si anak kurang bergerak dan hal tersebut berpotensi menimbulkan obesitas.

Itulah beberapa cara mengatasi obesitas pada anak yang bisa diaplikasikan dengan mudah tanpa mebutuhkan panduan dokter atau ahli. Tentu saja kami tidak sembarangan karena dikumpulkan dari berbagai sumber terpercaya yang bergerak dalam bidang kesehatan khususnya mengenai masalah obesitas. Cara-cara di atas didukung pula oleh penelitian ilmiah dan telah direkomendasikan langsung oleh ahli kesehatan. Dalam penerapannya, konsistensi anda sangatlah dibutuhkan, karena tanpa kosistensi semuanya akan berakhir dengan sia-sia. Sekian rangkuman dari kami tentang cara mengatasi obesitas pada anak, semoga bermanfaat.

Mencegah Alergi Pada Anak Sejak Dini

Pencegahan alergi pada anak secara dini sangat penting dalam rangka mencegah penyakit alergi eksis dan berwujud dalam berbagai jenis alergi pada anak. Seperti telah banyak diketahui bahwa alergi adalah reaksi imunitas tubuh secara berlebihan terhadap zat-zat tertentu (alergen) yang berasal dari luar tubuh, misalnya makanan, debu rumah, udara dingin dan lain-lain. Pencegahan alergi pada anak secara dini bisa dilakukan dengan mengenali faktor-faktor resiko sebagai faktor pencetus alergi dan kemudian menghindari faktor-faktor resiko tersebut. Faktor keturunan adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap munculnya alergi pada anak.
Pencegahan Alergi Pada Anak Secara Dini – Makanan mengandung Alergen Tinggi
Pencegahan Alergi Pada Anak Secara Dini – Makanan mengandung Alergen Tinggi

Mengenali Faktor Resiko

Faktor keturunan adalah yang paling dominan berpengaruh terhadap munculnya penyakit alergi pada anak walaupun ada pula faktor-faktor resiko yang lain. Jika seorang ibu mengidap alergi sedangkan ayah tidak mengidapnya maka anak mereka kemungkinan besar akan mengidap alergi karena faktor ibu lebih dominan daripada faktor ayah. Namun bila keduanya mengidap alergi maka resiko akan lebih besar bagi anak mereka untuk mengidap alergi.

Cara Melakukan Pencegahan Alergi Pada Anak Secara Dini

Bagaimana melakukan pencegahan alergi pada anak secara dini? Hal ini bisa dimulai sejak awal usia kehamilan pada ibu hamil yang mengidap alergi jenis apapun seperti pilek dan bersin-bersin, gatal-gatal ataupun asma. Caranya:
  1. Melakukan diet dalam rangka menghindari makanan yang banyak mengandung alergen seperti makanan laut, telur, kacang tanah dan lain-lain.
  2. Bersihkan rumah dari debu.
  3. Usahakan memilih tempat tinggal di lingkungan yang udaranya masih bersih dan rendah polusi.
  4. Tidak merokok.

Pencegahan Alergi Pada Anak Secara Dini – ASI Eksklusif

Resiko alergi pada anak dapat ditekan dengan memberikan ASI eksklusif sejak bayi lahir sampai berusia 6 bulan. Namun yang harus diingat bahwa ibu hamil yang menderita alergi wajib melakukan diet dalam rangka menghindari makanan yang mengandung banyak alergen karena alergen yang berada di dalam darah ibu bisa masuk ke badan bayi melalui ASI.

Pencegahan Alergi Pada Anak Secara Dini – Menunda Memberi Makanan Padat

Pemberian makanan padat yang pertama sangat dianjurkan untuk dilakukan pada saat bayi melewati usia 6 bulan. Hal ini karena fungsi pencernaan pada organ usus bayi berusia di bawah 6 bulan belum berfungsi secara sempurna sehingga masih sulit mencerna makanan padat.

Pada saat mengenalkan makanan padat pada bayi setelah melewati usia 6 bulan kita harus menghindari makanan yang mengandung alergen tinggi. Makanan yang mengandung alergen dari yang kandungannya paling rendah dapat dicoba diberikan setelah bayi berusia 1 tahun. Contoh makanan yang alergennya paling rendah adalah gandum, susu sapi dan kacang tanah. Amati apakah timbul gejala-gejala alergi setelah bayi mendapat asupan makanan-makanan tersebut di atas. Kemudian jika aman-aman saja maka bisa dilanjutkan dengan memberikan makanan yang mengandung alergen lebih tinggi yaitu makanan laut dan telur.

Pencegahan Alergi Pada Anak Secara Dini – Alergen Debu Rumah

Kasus alergi karena debu rumah sudah sering ditemukan. Untuk mencegah penyakit alergi debu rumah pada anak silahkan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Rutin mengepel lantai kamar tidur dan tempat bermain 2 kali sehari.
  2. Jangan ada tumpukan buku.
  3. Jangan menggunakan karpet atau sejenisnya.
  4. Hindari menggantung baju di kamar tidur atau kamar bermain anak.
  5. Gunakan kasur busa. Hindari sama sekali penggunaan kapuk untuk kasur, bantal dan guling.

Udara bersih yang terbebas dari polusi udara adalah kondisi yang wajib diusahakan di rumah dalam rangka mencegah munculnya penyakit alergi pada anak khususnya yang gejalanya berkaitan dengan saluran pernapasan, misalnya: pilek, bersin-bersin dan asma. Lakukan langkah-langkah sederhana berikut ini untuk mendapatkan udara bersih di rumah:

  1. Jangan ada binatang peliharaan yang berbulu (misalnya: burung, ayam, dan lain-lain) dan berambut (misalnya: kucing, kera, dan lain-lain) di dalam rumah.
  2. Jangan menggunakan obat nyamuk jenis apapun (bakar atau semprot).
  3. Jangan merokok di dalam rumah ataupun di sekitarnya.
  4. Jangan membakar sampah.

Pencegahan Alergi Pada Anak Secara Dini – Pemberian Suplemen

Pemberian makanan tambahan yang banyak mengandung vitamin dan antioksidan juga disarankan untuk mengurangi resiko munculnya penyakit alergi pada anak. Makanan tambahan ini juga dikenal sebagai suplemen, misalnya: vitamin C, vitamin B, sayur-sayuran dan buah-buahan berwarna kuning dan merah seperti wortel dan apel. Susu hipoalergenik atau susu sapi yang sudah diproses sehingga mengandung sedikit alergen adalah pilihan utama jika terpaksa minum susu sapi.

Dari pembahasan singkat pada artikel ini diketahui bahwa faktor resiko berupa faktor genetika atau faktor keturunan-(dari pihak ibu yang terkuat) adalah faktor yang dominan-walaupun bukan satu-satunya faktor-sebagai penyebab munculnya penyakit alergi pada anak. Resiko munculnya alergi dapat ditekan dengan menghindari paparan faktor resiko sejak dini.

Alergi Pada Anak – Kenali Dulu, Lalu Cari Solusinya

Alergi pada anak adalah hal yang tampak sederhana namun sebenarnya tidaklah demikian. Anak-anak bisa merasa sangat terganggu pada saat menjalani aktifitas sehari-harinya seperti belajar, makan, bermain, bersekolah bahkan pada saat tidur. Tentu saja gangguan-gangguan tersebut pada akhirnya bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak-anak. Dari banyak penelitian dan juga kasus sehari-hari ditemukan beberapa jenis alergi pada anak-anak yang sering muncul yaitu: alergi yang muncul pada saluran pernapasan, alergi yang muncul pada kulit serta alergi terhadap makanan tertentu. Selain jenis-jenis tersebut masih ada juga jenis alergi yang lain namun jarang muncul pada anak-anak.

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa alergi adalah reaksi berlebihan atau hipersensitif dari imunitas tubuh terhadap hal-hal tertentu di luar tubuh seperti makanan, udara dingin, debu rumah bahkan tepung sari bunga (pollen).
alergi makanan, alergi makanan pada anak
Alergi Makanan pada Anak

Alergi Pada Anak: Alergi Makanan

Alergi makanan adalah salah satu jenis alergi pada anak yang sering ditemukan setelah kasus alergi saluran pernapasan dan alergi kulit. Bahkan ada kecenderungan peningkatan angka kasus jenis alergi ini.

gejala alergi pada anak

Reaksi berlebihan dari imunitas tubuh terhadap kandungan zat dari makanan tertentu adalah proses yang sebenarnya terjadi pada kasus alergi makanan. Beberapa makanan bergizi tinggi seperti telur, ikan, susu sapi, kacang, gandum, kedelai dan makanan laut tertentu yang sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak tanpa alergi telah diketahui sebagai pemicu alergi pada anak-anak yang hidup dengan alergi. Gejala-gejala ringan yang sering ditemukan antara lain adalah: mual, gatal-gatal di kulit, sakit perut, diare hingga tubuh bengkak. Sedangkan gejala yang berat adalah pingsan, tekanan darah rendah, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Alergi makanan

Alergi makanan pada anak-anak menjadi sebab mereka memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit dermatitis atopic serta alergi pernapasan dibandingkan anak-anak tanpa alergi makanan. Hal yang sama juga terjadi pada anak-anak penderita asma. Mereka yang juga menderita alergi makanan memiliki resiko lebih tinggi terkena serangan asma dibandingkan yang bukan penderita alergi makanan. Fakta ini adalah data yang dimiliki sebuah badan alergi di Negara Amerika Serikat.

Tips Mengatasi Alergi Makanan

  1. Kenali makanan apa saja yang bisa memicu alergi pada anak, misalnya: ikan, telur, makanan laut dan lain-lain.
  2. Hindari memberikan makanan pemicu alergi pada anak tersebut.
  3. Jika hendak membeli makanan dalam kemasan maka bacalah label kemasan dengan seksama untuk memastikan tidak adanya bahan-bahan pemicu alergi pada anak.
  4. Jika anda akan memberikan imunisasi pada anak anda maka tanyakan pada dokter yang melakukannya apakah vaksinnya ditumbuhkan pada media telur atau tidak. Ini jika anak anda menderita alergi telur.

Sebagai orang tua yang baik sudah sewajarnya jika anda peduli terhadap penyakit alergi pada anak anda. Kenalilah makanan apa saja yang bisa memicu alergi pada anak anda. Lalu usahakan sebisa mungkin untuk menjauhkan makanan tersebut darinya.

Manfaat Vitamin B Complex untuk Kesuburan agar Cepat Hamil

Anda seorang suami istri yang susah memiliki anak? Atau mengalami masalah pada kesehatan janin? Jika ia, anda membaca artikel yang tepat. Sebab artikel ini akan membahas tentang manfaat vitamin b complex bagi kesuburan pria dan wanita serta manfaat lain yang bermanfaat bagi kesehatan janin. Namun sebelum berbicara lebih lanjut, vitamin B complex sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu, vitamin B12, B9, B7, B6, B5, B3, B2, B1, Kolin Inositol. Kesemua vitamin B complex memiliki manfaatnya masing-masing bagi kesehatan dan juga kesuburan. Ya, berbicara tentang kesuburan tak terlepas dari masalah kehamilan dan anak.
Manfaat Vitamin B Complex untuk Kesuburan

Sebagai pasangan suami istri tentulah anda mengharapkan kehadiran seorang anak. Namun bagaimana dengan anda yang susah mendapatkan keturunan? atau memiliki masalah dengan janin anda? Pasti anda akan mempertanyakan kesuburan dan kesehatan rahim anda bukan? Tidak hanya itu, tetapi anda juga akan merasa sedih. Namun anda tidak perlu khawatir, karena saat ini banyak alternatif untuk mengatasi masalah kesuburan pada pasangan suami dan istri. Salah satunya adalah mengkonsumsi vitamin B complex. ada beberapa manfaat karena mengkonsumsi vitamin B complex antara lain:

• Bagi wanita menikah yang belum hamil, vitamin B complex dapat membantu peredaran darah dan hormon, serta dapat melancarkan kesuburan.

• Vitamin B complex juga diperlukan bagi saraf kita untuk juga untuk mempertahankan keadaan sehat. Sebab stress juga dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Selain itu, hal ini juga dibutuhkan bagi sperma. Sebab, kekurangan salah satu vitamin B complex seperti vitamin B12 dapat menghasilkan sperma yang rendah dan lemah pergerakannya.

• Sementara bagi wanita hamil, vitamin B complex juga bermanfaat. Sebab jika kekurangan salah satu vitamin B complex, yaitu B9 maka kemungkinan anak anda akan lahir cacat. Vitamin ini juga lebih efektif jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup baik sebelum hamil dan pada awal masa kehamilan.

Demikianlah manfaat vitamin B complex bagi kesuburan dan kesehatan tubuh. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan anda mengenai manfaat yang didapat dari macam-macam vitamin B complex.

Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak

Cara Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Dengan Buah Apel

Seperti telah dibahas pada artikel sebelumnya bahwa alergi pada anak diketahui sebagai reaksi hipersensitif dari imunitas tubuh kepada hal-hal yang tertentu yang berada di luar tubuh. Dari kasus-kasus yang tercatat pada bidang medis maupun dari penelitian-penelitian terungkap bahwa sebagian besar dari anak-anak jika kedua orang tua mereka mengidap alergi maka anak-anak tersebut cenderung memiliki alergi pula. Tapi wajib diingat bahwa kata "cenderung" bukan berarti "pasti". Sehingga di kemudian hari bisa saja anak-anak tersebut tidak mengidap alergi.
buah apel mengurangi resiko alergi pada anak

Cara Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Dengan Buah Pir

Jika orang tua mengidap alergi makanan maka sangat mungkin alergi pada anak-anak mereka berwujud alergi jenis lainnya seperti alergi pada kulit, alergi pada saluran pernapasan dan lain-lain. Kini, seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, para orang tua pengidap alergi bisa mencegah alergi berkembang pada anak-anak mereka sejak janin. Kartu deteksi dini adalah cara dokter ahli kandungan atau dokter ahli anak dalam mengenali faktor resiko pada janin. Hal ini nantinya akan bermanfaat termasuk tapi tidak terbatas pada mengurangi resiko alergi makanan pada anak.

Pada paparan singkat berikut ini akan dibahas bagaimana cara efektif untuk mengurangi resiko alergi makanan pada anak. Usaha-usaha mengurangi resiko alergi makanan pada anak tersebut akan dibagi menjadi beberaa tahapan yaitu pre-natal (selama masa kehamilan), post-natal (setelah kelahiran) dan pemberian makanan pada usia bayi (di bawah 1 tahun) serta usia balita (di bawah 5 tahun).
buah pir mengurangi resiko alergi pada anak

Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Selama Masa Kehamilan

  1. Lakukan usaha membersihkan rumah secara maksimal untu mengurangi resiko alergi debu.
  2. Jauhkan binatang peliharaan dari rumah.
  3. Ibu hamil dilarang merokok sama sekali.

Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Setelah Kelahiran

  1. ASI eksklusif wajib diberikan dalam masa 6 bulan sejak kelahiran.
  2. Pemberian susu formula hipoalergenik wajib dengan saran dokter. Hal ini adalah jika sangat terpaksa tidak bisa menyusui bayi dengan alasan medis dari dokter.
  3. Setelah melewati masa 6 bulan sejak kelahiran maka sudah boleh menyapih bayi jika kondisinya memang memungkinkan. Bayi sudah boleh mengenal makanan baru yaitu satu jenis untuk setiap pekan. Jangan memberikan jenis makanan yang termasuk golongan pemicu alergi-tanyakan pada dokter anda tentang hal ini-sebelum melewati usia 1 tahun.
  4. Jika seorang anak memiliki riwayat alergi maka penggunaan susu kedelai atau susu kambing adalah termasuk tidak efektif sebagai pencegah munculnya alergi pada anak tersebut.

Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak - Panduan Pemberian Makanan

1. Pada saat memasuki usia 6 bulan berikan makanan berikut ini yaitu yang jarang menyebabkan alergi:
- Nasi
- Sayuran: wortel.
- Buah-buahan: apel, pir dan alpukat.

2. Pada saat memasuki usia 6 bulan juga boleh diberikan jenis makanan yang bisa menyebabkan alergi tapi masih bisa ditoleransi, yaitu berikut ini:
- Gandum dan havermut.
- Sayuran: kentang, kol, brokoli, jagung, lobak cina dan bayam.
- Buah-buahan: pisang
- Daging: daging ayam, daging kambing dan daging sapi.

3. Pada saat memasuki usia 9 bulan boleh mengenal makanan yang mungkin bisa menyebabkan alergi, yaitu berikut ini:
- Ikan air tawar.
- Kacang hijau dan kedelai.
- Kuning telur yang sudah dimasak samai matang.

4. Pada saat memasuki usia 12 bulan, kenalkan anak pada makanan yang sangat mungkin memicu alergi seperti berikut ini:
- Kacang tanah.
- Putih telur
- Udang, kepiting.

Pada saat membahas masalah tentang bagaimana cara mengurangi resiko alergi makanan pada anak-terutama jika orang tua memiliki riwayat alergi-maka ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak atau spesialis kandungan sejak awal masa kehamilannya.