Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi pada Bayi dan Balita

shares |

Alergi susu sapi pada bayi adalah jenis alergi yang mudah ditemukan di masyarakat. Lebih lanjut bahwa penyakit alergi dalam jenis apapun adalah jenis penyakit yang sering menyerang bayi dan balita. Alergen atau zat pemicu alergi yang paling sering diduga berpengaruh pada bayi adalah yang berada pada makanan. Untuk hal inilah maka para orang tua wajib mencari ilmu untuk mengenal apakah penyakit alergi itu-tidak terbatas pada alergi susu sapi saja-beserta gejala-gejala yang menyertainya kemudian memahami bagaimana cara mengatasinya jika bayi mereka mengidap penyakit alergi susu sapi.
Menangani bayi yang alergi susu sapi
Alergi susu sapi dan kedelai

Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna yang belum bisa mencerna protein susu sapi diduga oleh para ahli sebagai faktor utama penyebab timbulnya penyakit alergi susu sapi pada bayi. Sehingga jika sistem pencernaan bayi sudah sempurna di kemudian hari pada saat berusia lebih dari 1 tahun maka susu sapi aman baginya dan boleh dikonsumsi.

Bermacam-macam kasus telah ditemukan oleh para profesional medis mengenai kapan anak yang memiliki riwayat alergi pada susu sapi sudah bisa minum susu sapi. Ada kasus yang mana gejala alergi tetap timbul walaupun anak sudah berusia 5 tahun. Anak berusia 2 tahun dan sudah aman minum susu sapi adalah yang paling sering terjadi. Faktanya bahwa setelah anak mengenal makanan padat-terlebih setelah berusia 1 tahun-maka asupan gizinya sudah semakin lengkap, seperti daging sapi, ikan dan daging ayam. Sehingga kecukupan gizi anak tidak perlu dipertanyakan lagi walaupun tidak minum susu sapi karena anak mengidap penyakit alergi.

Cara mengetahuinya

Jika ingin mengetahui apakah bayi anda mengidap alergi pada susu sapi maka perhatikan bayi anda dengan seksama setelah memberikan susu sapi padanya. Gejala-gejala yang timbul bisa berupa gatal-gatal di kulit atau diare. Hal ini bisa terjadi dalam waktu singkat setelah mengkonsumsi susu sapi atau beberapa jam setelahnya. Amati jika gejala-gejala alergi itu muncul. Kemudian, anda perlu konsultasi dengan dokter untuk dianalisa apakah hal itu sebagai alergi susu sapi atau bukan.

Tingkat resiko timbulnya alergi susu sapi pada saat bayi disapih bisa ditekan melalui pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan. Namun kalau ibu menyusui mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak alergen (zat pemicu alergi) misalnya: makanan laut, telur, susu sapi dan daging ayam maka anak pun memiliki resiko mengidap alergi. Jika bayi anda berbakat alergi maka anda wajib menghindari makanan-makanan tersebut yang mengandung alergen.

Orang tua harus waspada pada saat mulai memberi makanan tambahan berupa makanan padat pada bayi jika bayinya berbakat alergi pada susu sapi. Banyak produk makanan padat yang mengandung susu sapi, misalnya: bubur bayi instant dan biskuit bayi.

Tips Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Telah dibahas pada paragraph ke-2 di atas bahwa timbulnya penyakit alergi susu sapi pada bayi ini akibat dari belum sempurnanya sistem pencernaan bayi sehingga protein susu sapi belum bisa dicerna. Jika terlihat gejala-gejala penyakit alergi susu sapi pada bayi, silahkan ikuti cara-cara sederhana ini:
  1. Hentikan pemberian susu sapi untuk sekitar 6 bulan saja.
  2. Ganti susu sapi dengan susu kedelai selama masa 6 bulan ini.
  3. Berikan lagi susu sapi setelah lewat masa 6 bulan tersebut.
  4. Jika masih terlihat gejala-gejalanya maka ulangi lagi langkah-langkah di atas sampai tidak ada lagi gejala-gejala alergi susu sapi pada bayi.

Perlu diketahui bahwa separuh dari jumlah anak yang mengidap penyakit alergi susu sapi juga mengidap alergi susu kedelai. Sehingga orang tua tetap perlu berhati-hati saat memberikan susu kedelai sebagai ganti susu sapi. Selalu perhatikan tubuh bayi untuk mengetahui secara dini jika timbul gejala-gejala alergi susu kedelai juga.

Pemilihan susu

Jika bayi juga mengidap alergi susu kedelai maka orang tua tidak perlu panik. Ada produk susu tertentu yang terdapat proses hidrolisa protein pada proses produksinya. Proses hidrolisa ini berfungsi mengatur protein susu sapi menjadi partikel kecil yang kemampuannya memicu alergi menjadi berkurang. Kebanyakan produk-produk susu hidrolisa tidak menjelaskan proses hidrolisa protein di kemasannya ada kolom isi dan kandungan. Produk susu hidrolisa yang bisa ditemukan di pasaran adalah Pregestimil dan Pepti Junior.

Alternatif selain susu

Untuk menyiasati produk bubur bayi instant yang juga mengandung susu sapi maka membuat sendiri bubur untuk bayi anda adalah jalan keluar yang baik. Bahan pokok untuk membuat sendiri bubur bayi adalah tepung beras. Jika tidak ada tepung beras anda bisa membuatnya langsung dari beras. Kemudian bubur nasi yang sudah matang bisa disaring lagi menjadi bubur halus. Lalu anda boleh menambahkan gula dan garam secukupnya.

Semoga artikel singkat ini bisa membuat anda tenang dalam menghadapi penyakit alergi susu sapi jika bayi anda mengidapnya. Bacalah buku-buku atau majalah kesehatan terutama yang bertopik alergi untuk menjadi pegangan anda. Tapi bila anda merasa perlu maka konsultasi dengan dokter adalah solusi terbaik untuk mengatasi alergi susu sapi pada bayi.

Related Posts