Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak

shares |

Cara Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Dengan Buah Apel

Seperti telah dibahas pada artikel sebelumnya bahwa alergi pada anak diketahui sebagai reaksi hipersensitif dari imunitas tubuh kepada hal-hal yang tertentu yang berada di luar tubuh. Dari kasus-kasus yang tercatat pada bidang medis maupun dari penelitian-penelitian terungkap bahwa sebagian besar dari anak-anak jika kedua orang tua mereka mengidap alergi maka anak-anak tersebut cenderung memiliki alergi pula. Tapi wajib diingat bahwa kata "cenderung" bukan berarti "pasti". Sehingga di kemudian hari bisa saja anak-anak tersebut tidak mengidap alergi.
buah apel mengurangi resiko alergi pada anak

Cara Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Dengan Buah Pir

Jika orang tua mengidap alergi makanan maka sangat mungkin alergi pada anak-anak mereka berwujud alergi jenis lainnya seperti alergi pada kulit, alergi pada saluran pernapasan dan lain-lain. Kini, seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, para orang tua pengidap alergi bisa mencegah alergi berkembang pada anak-anak mereka sejak janin. Kartu deteksi dini adalah cara dokter ahli kandungan atau dokter ahli anak dalam mengenali faktor resiko pada janin. Hal ini nantinya akan bermanfaat termasuk tapi tidak terbatas pada mengurangi resiko alergi makanan pada anak.

Pada paparan singkat berikut ini akan dibahas bagaimana cara efektif untuk mengurangi resiko alergi makanan pada anak. Usaha-usaha mengurangi resiko alergi makanan pada anak tersebut akan dibagi menjadi beberaa tahapan yaitu pre-natal (selama masa kehamilan), post-natal (setelah kelahiran) dan pemberian makanan pada usia bayi (di bawah 1 tahun) serta usia balita (di bawah 5 tahun).
buah pir mengurangi resiko alergi pada anak

Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Selama Masa Kehamilan

  1. Lakukan usaha membersihkan rumah secara maksimal untu mengurangi resiko alergi debu.
  2. Jauhkan binatang peliharaan dari rumah.
  3. Ibu hamil dilarang merokok sama sekali.

Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak Setelah Kelahiran

  1. ASI eksklusif wajib diberikan dalam masa 6 bulan sejak kelahiran.
  2. Pemberian susu formula hipoalergenik wajib dengan saran dokter. Hal ini adalah jika sangat terpaksa tidak bisa menyusui bayi dengan alasan medis dari dokter.
  3. Setelah melewati masa 6 bulan sejak kelahiran maka sudah boleh menyapih bayi jika kondisinya memang memungkinkan. Bayi sudah boleh mengenal makanan baru yaitu satu jenis untuk setiap pekan. Jangan memberikan jenis makanan yang termasuk golongan pemicu alergi-tanyakan pada dokter anda tentang hal ini-sebelum melewati usia 1 tahun.
  4. Jika seorang anak memiliki riwayat alergi maka penggunaan susu kedelai atau susu kambing adalah termasuk tidak efektif sebagai pencegah munculnya alergi pada anak tersebut.

Mengurangi Resiko Alergi Makanan Pada Anak - Panduan Pemberian Makanan

1. Pada saat memasuki usia 6 bulan berikan makanan berikut ini yaitu yang jarang menyebabkan alergi:
- Nasi
- Sayuran: wortel.
- Buah-buahan: apel, pir dan alpukat.

2. Pada saat memasuki usia 6 bulan juga boleh diberikan jenis makanan yang bisa menyebabkan alergi tapi masih bisa ditoleransi, yaitu berikut ini:
- Gandum dan havermut.
- Sayuran: kentang, kol, brokoli, jagung, lobak cina dan bayam.
- Buah-buahan: pisang
- Daging: daging ayam, daging kambing dan daging sapi.

3. Pada saat memasuki usia 9 bulan boleh mengenal makanan yang mungkin bisa menyebabkan alergi, yaitu berikut ini:
- Ikan air tawar.
- Kacang hijau dan kedelai.
- Kuning telur yang sudah dimasak samai matang.

4. Pada saat memasuki usia 12 bulan, kenalkan anak pada makanan yang sangat mungkin memicu alergi seperti berikut ini:
- Kacang tanah.
- Putih telur
- Udang, kepiting.

Pada saat membahas masalah tentang bagaimana cara mengurangi resiko alergi makanan pada anak-terutama jika orang tua memiliki riwayat alergi-maka ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak atau spesialis kandungan sejak awal masa kehamilannya.

Related Posts