Alergi Debu Rumah – Tips Sederhana Untuk Mengatasinya

shares |

Alergi debu rumah adalah salah satu jenis alergi yang bisa timbul pada siapa saja yang memiliki bakat alergi. Alergi jenis ini timbul karena adanya reaksi hipersensitif dari tubuh terhadap adanya debu rumah sebagai alergen yang menempel pada saluran pernapasan. Gejala-gejala yang sering timbul jika seseorang sedang kambuh enyakit alerginya pada debu rumah adalah bersin-bersin terus-menerus secara tidak wajar yang kemudian diikuti oleh pilek bahkan hidung berair serta diikuti juga oleh hidung buntu.

Pada paparan singkat ini akan diulas bagaimana cara memperkecil resiko kambuhnya penyakit alergi debu rumah. Ikuti langkah-langkah sederhana supaya penyakit alergi debu rumah tidak mudah kambuh sehingga hidup si penderita akan lebih berkualitas tanpa terganggu gejala-gejala yang muncul.

Sebenarnya cara yang paling utama untuk memperkecil resiko kambuhnya alergi debu rumah adalah dengan meminimalkan adanya debu rumah di rumah kita. Jika hal ini bisa terpenuhi maka tanpa obat-obatan pun kita bisa terhindar dari kambuhnya penyakit alergi debu rumah dan gejala-gejala yang menyertainya. Berbeda dengan alergi pada anak alergi debu biasanya disebabkan oleh lingkungan yang kurang terawat.
alergi debu rumah

Alergi Debu Rumah: Mengurangi Debu di Dalam Rumah

1. Ventilasi yang baik.
Aturlah disain seluruh ruangan di dalam rumah khususnya kamar tidur supaya memiliki ventilasi yang baik untuk aliran udara serta masuknya sinar matahari. Jika udara bisa mengalir dengan baik di dalam rumah maka penghuninya akan merasa segar alias tidak pengap. Hal ini dapat mengurangi resiko timbulnya alergi debu rumah.

2. Perabot minimalis.
Perabot alias furnitur berukir adalah tempat yang baik untuk berkumpulnya debu. Gunakan saja furnitur yang polos dan minimalis sehingga mudah membersihkannya serta tidak menjadi tempat bagi kumpulan debu.

3. Bersihkan furnitur secara benar.
Bersihkan furnitur secara rutin setiap hari tanpa menunggu debu sudah tebal berkumpul pada furnitur anda. Hanya gunakan kain basah, jangan gunakan kain kering. Hal ini penting untuk menangkap debu secara maksimal dan mencegahnya beterbangan. Dengan ini maka resiko kambuhnya penyakit alergi debu rumah bisa berkurang lagi.

4. Gunakan altenatif pengganti kapuk.
Jangan menggunakan kasur, bantal dan guling dari kapuk karena kapuk adalah tempat yang baik bagi berkumpulnya debu. Sebagai alternatif pengganti kapuk gunakan busa atau dakron.
Langkah ini sangat vital untuk lebih memperkecil resiko kambuhnya alergi debu rumah secara signifikan karena jumlah waktu tidur yang baik bagi kesehatan tubuh adalah sekitar 6 – 8 jam sehari.

5. Selimut yang baik.
Hindari menggunakan selimut yang terbuat dari bulu atau kain yang menyerupai bulu serta dari bahan kain yang tebal karena bisa menjadi tempat yang ideal bagi debu bersarang.

6. Membersihkan lantai dengan benar.
Hindari menyapu lantai karena bisa menyebabkan debu beterbangan memenuhi udara. Langsung saja gunakan kain basah untuk mengepel lantai. Jika anda memiliki penyedot debu (vacuum cleaner) maka gunakan alat tersebut untuk membersihkan debu sebelum mengepel lantai.

7. Minimalkan penggunaan korden.
Kain juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya debu di dalam rumah. Maka sangat baik untuk mengurangi penggunaan kain korden. Jika terpaksa menggunakannya maka pilihlah kain yang tipis namun tidak tembus pandang.

8. Hindari karpet dan sejenisnya.
Sama seperti kain, karpet juga bersifat menangkap debu dengan baik. Maka menghindari penggunaan karpet dan sejenisnya di dalam rumah adalah sangat baik untuk mencegah timbulnya alergi debu rumah serta gejala yang menyertainya. Lakukan juga hal ini sebisa mungkin jika anda berlaku sebagai tamu di rumah teman atau saudara.

9. Hindari mainan terbuat dari benang, kain, bulu dan sejenisnya.
Jangan memberikan mainan yang terbuat dari bahan tersebut untuk anak anda yang memiliki riwayat alergi karena bahan-bahan tersebut sangat mudah mengumpulkan debu.

10. Hindari tumpukan buku.
Gunakan ruangan khusus untuk menyimpan buku-buku yang jarang dibaca. Juga, bersihkan secara rutin lemari buku untuk buku-buku yang sering dibaca. Jangan biarkan buku-buku yang telah dibaca menumpuk di sembarang tempat karena hal ini bisa menjadi sarang bagi debu.

11. Hindari penggunaan kipas angin.
Lebih baik menggunakan kipas angin ventilasi (ventilation fans) yang mampu mengeluarkan udara keluar ruangan daripada menggunakan kipas angin biasa yang meniup debu. Jika terpaksa menggunakan kipas angin maka lantai harus sudah dipel serta perabot juga sudah dibersihkan dengan menggunakan kain basah.

Related Posts